5 Jenis SIM di Indonesia

Penulis: Jurnalis, Ilustrasi: Jurnalis
Sabtu 08 Januari 2022 19:57 WIB
SETIAP pengendara kendaraan di Indonesia wajib memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM. Terutama, jika mereka memiliki kendaraan sepeda motor, mobil, kendaraan umum, maupun kendaraan pengangkut barang.  


Baca juga:
5 Mobil Termahal di Dunia 2021
---------------------------------------
5 Mobil Paling Boros Bahan Bakar di Dunia
--------------------------------------- 


Kewajiban memiliki SIM sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 77. SIM sendiri terdiri atas beberapa jenis yang di kategorikan berbeda yang disesuaikan dengan kendaraannya sebagai tanda izin pengemudi. 

Dikutip dari laman resmi Daihatsu, berikut jenis-jenis SIM dan golongannya yang berlaku di Indonesia yang diterbitkan oleh Korlantas Polri : 
 
1. SIM D
Jenis SIM ini diberikan kepada pengemudi yang menyandang disabilitas atau kebutuhan khusus. Meski demikian, tes tetap dilaksanakan dan wajib lulus untuk mendapatkan jenis SIM ini. Hanya saja mungkin tes yang diberikan juga akan disesuaikan dengan disabilitas yang disandang, namun tetap mempertimbangkan kualifikasi berkendara. 
 
2. SIM C
Jenis SIM wajib bagi kendaraan roda dua, berlaku untuk mengemudikan sepeda motor dengan kapasitas sampai 250 cc. Syarat untuk bikin SIM C harus berumur minimal 17 tahun, SIM C juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- SIM C1: adalah jenis SIM C yang diberikan untuk pengendara dengan motor di bawah 250 cc.
- SIM C2: merupakan SIM C yang diperuntukkan untuk pengemudi motor dengan cc diatas 250 cc hingga 500 cc. 
 
3. SIM B
Jenis SIM ini diperuntukkan untuk pemilik kendaraan dengan berat minimal 1.000 kg. SIM ini sendiri terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu: 
- SIM B1
Merupakan jenis SIM B yang ditujukan bagi kendaraan dengan berat lebih 3.500 kg. Biasanya, orang yang mendapatkan SIM ini merupakan pengendara mobil bus perseorangan. Bisa juga diberikan untuk pengendara mobil angkutan barang perseorangan. 
- SIM B2
Jenis SIM B satu ini hanya diperuntukkan untuk pengendara dengan kendaraan yang beratnya 1.000 kg. Semisal kendaraan alat berat, truk gandeng perorangan, dan kendaraan penarik. 
 
4. SIM A
Jenis SIM ini diperuntukkan untuk mereka yang punya kendaraan dengan berat maksimal 3.500 kg. Yaitu berupa mobil pribadi atau mobil pengangkut barang perseorangan maupun mobil penumpang perseorangan. 
 
5. SIM Umum
Kalau yang satu ini merupakan jenis SIM yang lazim dipakai untuk pemilik kendaraan umum. Kepemilikan SIM ini sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 62. SIM umum juga terbagi dalam beberapa jenis. Jenis-jenis SIM umum itu adalah: 
- SIM A Umum: adalah jenis SIM umum yang diperuntukkan bagi pemilik kendaraan motor umum dan barang. Terutama, yang beratnya tidak lebih dari 3.500 kg.
- SIM B1 Umum: adalah jenis SIM umum yang diperuntukkan bagi pemilik kendaraan motor umum dan barang. Terutama, yang beratnya lebih dari 3.500 kg.
- SIM B2. Umum: merupakan SIM umum yang diperuntukkan untuk kendaraan umum yang memiliki kereta tempelan ataupun gandengan. Pada SIM ini, gandengan atau kereta tempelan yang dipakai mesti memiliki berat lebih dari 1.000 kg. 
 
Simak Infografis.