10 Makanan Pencegah Penyakit Stroke

Penulis: Uci Alrasyid, Ilustrasi: Jurnalis
Jum'at 14 Januari 2022 12:53 WIB
10 MAKANAN ini dapat mengurangi risiko stroke yang mengancam jiwa. Makanan apa saja? Stroke merupakan penyakit yang umum terjadi di Indonesia. 
 
 
Baca juga: 
 ------------------------------- 
-------------------------------  
 
 
Sebagian besar penyebab stroke adalah pola hidup yang kurang sehat. Terlebih bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan rendah gizi. Jika berlebihan, sangat erat kaitannya dengan peningkatan risiko stroke. 
 
Makan makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dapat meningkatkan kolesterol Anda. Diet tinggi lemak dan kalori dapat menyebabkan obesitas. Terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah Anda. 
 
Plus, nutrisi yang berbeda juga dapat berdampak pada kemungkinan masalah jantung Anda. Karenanya, cobalah beralih untuk mengonsumsi makanan yang lebih kaya nutrisi mulai dari sekarang. Melansir laman The healthy, berikut adalah 10 makanan yang dapat Anda tambahkan ke dalam diet yang baik untuk jantung Anda dan dapat membantu mengurangi risiko stroke. 
 
1. Salmon
Makan makanan laut non-goreng satu atau dua kali seminggu dapat menurunkan risiko stroke Anda, menurut tinjauan studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation. Para peneliti mengatakan lemak omega-3 dalam ikan berminyak seperti salmon, tuna, dan mackerel mengurangi peradangan di arteri, membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi kemungkinan pembekuan darah. 
 
Makan lebih banyak ikan juga bisa berarti diet Anda mengandung lebih sedikit makanan tidak sehat seperti daging merah dan daging olahan, yang memiliki lebih banyak lemak jenuh yang menyumbat arteri. Cobalah untuk mengonsumsi 8 ons, atau dua porsi, makanan laut non-goreng per minggu.
 


2. Oatmeal
Berikut cara mencegah stroke dengan menurunkan kolesterol LDL "jahat": Hangatkan semangkuk oatmeal yang mengepul! Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2019 di Scientific Reports, menunjukkan bahwa makan oatmeal menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke.
 
Peserta yang mengonsumsi gandum memiliki kadar LDL dan trigliserida yang lebih rendah, rasio kolesterol total terhadap kolesterol HDL (baik) yang lebih rendah, dan tingkat penanda inflamasi yang lebih rendah. Jika Anda memiliki banyak risiko penyakit kardiovaskular, usahakan agar kolesterol LDL Anda lebih rendah dari 100 mg/dl.
 
3. Kacang hitam 
Sebuah tinjauan studi yang diterbitkan dalam Public Health Nutrition menunjukkan bahwa diet kaya kacang-kacangan seperti kacang hitam dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. 
 
Para peneliti mengaitkan temuan ini dengan karakteristik kacang-kacangan yang secara intrinsik baik untuk Anda dan fakta bahwa mereka sering menjadi pengganti sumber protein yang tidak sehat. 
 
4. Ubi jalar
Ubi jalar adalah salah satu pilihan terbaik Anda untuk lauk yang menyehatkan jantung saat makan malam. Satu cangkir ubi jalar panggang dengan kulit memiliki 769 persen dari kebutuhan vitamin A harian yang direkomendasikan, yang membantu jantung, paru-paru, dan ginjal berfungsi dengan baik. 
 
Juga, ubi jalar mengandung 26 persen dari kebutuhan serat harian yang direkomendasikan. Plus, ubi jalar penuh dengan antioksidan untuk membantu mencegah penumpukan plak di pembuluh darah. 
 
5. Bluberi
 
Antioksidan membantu pembuluh darah melebar untuk menjaga aliran darah tetap kuat sekaligus mengurangi peradangan. Jadi tidak mengherankan jika sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Antioksidan menunjukkan bahwa makanan kaya antioksidan seperti blueberry, stroberi, dan blackberry memiliki kekuatan untuk menurunkan risiko serangan jantung atau stroke kedua. 
 
Simak Infografis.