Share

5 Jenis Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Penulis: Sopan Arman Inggara, Ilustrasi: Jurnalis
Senin 17 Januari 2022 21:52 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meresmikan 6 jenis booster homolog/heterolog pada Vaksin Covid-19 yaitu Vaksin Sinovac dosis penuh/full dose sebagai booster homolog, Vaksin Pfizer full dose sebagai booster homolog, Vaksin AstraZeneca full dose sebagai booster homolog.
 
Baca Juga: Kenapa Harus Divaksin Booster? Ini 3 Alasannya!
 
Selain itu, ada vaksin Moderna sebagai booster homolog dosis setengah/half dose, Vaksin Moderna heterolog dengan half dose sebagai booster heterolog dosis setengah/half dose untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, atau Janssen serta Vaksin Zifivax full dose sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.
 
Secara bertahap, BPOM melakukan proses evaluasi penggunaan booster vaksin sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinik yang mendukung pengajuan booster tersebut.
 
Baca Juga: Presiden Jokowi Umumkan Vaksin Booster Gratis untuk Masyarakat
 
“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk 2 (dua) regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19 yaitu vaksin Pfizer dosis setengah/half dose untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca dosis setengah/half dose untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh/full dose untuk vaksin primer Pfizer (full booster dose),” ujar Kepala BPOM, Penny K. Lukito, yang dilansir dari situs resmi BPOM, Senin(17/1/2022).
 
Pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog (dosis setengah/half dose), untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan (31-38 kali) setelah pemberian dosis primer lengkap. Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (105,7 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.
 
“Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik.” Tambahnya.
 
Selengkapnya simak dalam infografis di atas ya!
 
Lihat Juga: Berikut Jenis Vaksin Booster yang Dipakai Serta Kombinasinya