Share

MUI Putuskan Vaksin Covid-19 CanSino Hukumnya Haram

Penulis: Bayu Airlangga, Ilustrasi: Jurnalis
Senin 04 Juli 2022 20:32 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansino Biologics Inc China. Fatwa MUI ini menyatakan bahwa vaksin Covid-19 Cansino hukumnya haram. 

Putusan fatwa ini telah ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda pada 7 Februari 2022 lalu.
 
BACA JUGA: Kenali 3 Teknologi Vaksin Covid-19
 
"Vaksin Covid-19 produk Cansino hukumnya haram," demikian bunyi fatwa yang dikutip dalam laman resmi MUI, Senin,(4/7/2022).
Fatwa haram pada vaksin, yang juga dikenal dengan nama Convidecia, diberikan berdasarkan saran dan masukan dalam sidang pleno komisi fatwa tanggal 7 Februari 2022 yang menyimpulkan proses produksi vaksin produk Cansino manfaatkan bagian tubuh manusia yang berasal dari embrio bayi.
 
Walaupun dalam proses produksi vaksin produk Cansino juga ditemukan tidak adanya pemanfaatan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. Serta menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produksi vaksin Covid-19.
"Hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus' minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia,"ujar dia.
Sebelumnya, MUI menetapkan vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt bernama Covovaxmirnaty haram. Sebab dalam tahapan produksinya ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi.
"Vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt hukumnya adalah haram karena dalam tahapan proses produksinya ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi," demikian bunyi fatwa Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Serum Institute of India Pvt yang juga ditetapkan pada 7 Februari 2022.