Share

3 Penyakit Mematikan Ini Mengintai Kaum Rebahan

Penulis: Bayu Airlangga, Ilustrasi: Jurnalis
Sabtu 01 Oktober 2022 11:19 WIB
GAYA hidup rebahan sudah mendarah daging sejak pandemi Covid-19 hadir di muka bumi. Apalagi hiburan yang tersedia dalam gadget, membuat orang semakin malas untuk bergerak. Kemudahan yang diberikan membuat kenyamanan yang meresahkan. Mengapa meresahkan? Karena bisa saja membawa dampak buruk bagi kesehatan seseorang.
 
Baca Juga:4 Negara Miliki Gaya Hidup Paling Bebas
 
Gaya hidup bermalas-malasan sering juga disebut sebagai sendentari. Aktivitas gerak di luar jam tidur sangat sedikit, sehingga kalori yang dikeluarkan juga sedikuit. Tak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup sendentari pun merupakan salah satu hal yang juga banyak dilakukan saat ini.
 
Karenanya, gaya hidup semacam itu menjadi penghalang bagi kita dalam melakukan yang terbaik dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Hal itu diungkap oleh Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, Fonterra Brands Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdar) 2013 dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan 24,1 persen penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sendentari lebih dari 6 jam sehari.
 
Baca Juga:Bahaya Malas Ganti Bantal
 
“Dengan fakta bahwa satu dari empat penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sendentari, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajak semua masyarakat Indonesia melawan fenomena ini,” ungkapnya saat ditemui Okezone Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Mengenai gaya hidup sendentari ini, Dr. Ade Jeanne L. Tobing, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menyatakan bahwa gaya hidup kurang gerak dapat menimbulkan beberapa penyakit tidak menular. Berikut penyakit yang dapat ditimbulkan akibat gaya hidup sendentari.
 
1. Obesitas
 
Kurang gerak dapat menyebabkan obesitas terhadap tubuh seseorang alias kelebihan berat badan. Sebab, sehabis makan tidak melakukan aktivitas apa pun, hanya duduk lalu tidur, tidak ada kalori yang dibakar oleh tubuh.
 
2. Diabetes
 
Ketika kadar gula dalam darah sangat tinggi kemudian tidak terjadi aktivitas yang mengubah makanan menjadi energi, maka akan terjadi kegemukan yang menyebabkan diabetes.
 
3. Hipertensi
 
Salah satu penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh kurang gerak adalah hipertensi. Sebab kurang gerak dapat mengurangi kerja otot jantung dan paru yang dapat mengurangi stres dan mengendalikan kecemasan.
 
“Penyakit lainnya yang bisa timbul akibat kurang gerak adalah Heart Disease, Osteoporosis, Osteoartritis, Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dan berbagai jenis Kanker. Penyakit yang disebabkan oleh kurang gerak saat ini bukan saja menyerang orang dewasa tetapi juga balita,” tukas dokter Ade.