Share

5 Manfaat Diet Gula Untuk Tubuh

Penulis: Bayu Airlangga, Ilustrasi: Jurnalis
Sabtu 26 November 2022 18:13 WIB
Tak hanya bermanfaat menjaga atau menurunkan berat badan, ada efek positif yang lebih detail lagi saat kita melakukan diet gula, atau dengan kata lain mengurangi asupan konsumsi gula harian. Dilansir dari Eatingwell, Sabtu (26/11/2022) mari simak uraiannya di bawah ini.
 
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan dari Pola Makan Diet Vegan
 
1. Berat badan akan turun
 
Mengonsumsi makanan yang sama, tetapi tanpa tambahan gula olahan tambahan misalnya gula merah, sirup jagung, madu dan sirup maple, ini artinya total asupan kalori kita jadi berkurang. Sebuah analisis dari banyak uji coba dan studi observasional yang diterbitkan di BMJ menunjukkan, kalau mengurangi gula tambahan dalam makanan mulai dari 10 hingga 71 gram sehari bisa membantu menurunkan berat badan.
 
2. Turunkan risiko diabetes
 
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi, utamanya minuman manis memang bisa memperbesar peluang seseorang untuk terkena penyakit. Ini sebagian besar hubungannya dengan penambahan berat badan saat orang tersebut mengonsumsi banyak kalori dalam bentuk gula kosong nutrisi.
 
Baca Juga:Diet Aman Saat Puasa
 
Kelebihan berat badan atau obesitas sering disertai dengan masalah kontrol gula darah, serta berkurangnya kepekaan terhadap insulin yang mengarah ke diabetes tipe 2.
 
3. Proses penuaan kulit akan melambat
 
Diet gula tambahan yang akhirnya bisa membantu menjaga glukosa darah dalam batas yang sehat, disebut dapat memperlambat laju penuaan kulit.
 
Diet tinggi gula mengarah pada produksi AGE- advanced glycation end products (produk akhir glikasi lanjut), dan AGE ini dikaitkan dengan percepatan proses penuaan kulit. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan gula bisa memperlambat efek penuaan yang dimiliki AGE- terhadap penuaan kulit bahkan sampai 25 loh! Siapa yang tak mau terlihat awet muda?
 
4. Jarang sakit
 
Peradangan kronis tingkat rendah berkaitan hampir setiap penyakit utama karena gaya hidup dan penuaan, termasuk radang sendi dan gangguan dan sindrom metabolik. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Research, didapati bahwa mengurangi sekitar 23 gram asupan gula tambahan setiap hari dikaitkan dengan terjadinya penurunan protein C-reaktif yang signifikan.
 
Diet gula tambahan dapat membantu meminimalkan peradangan yang ada, serta mencegah peradangan baru. Mengingat ini meningkatkan fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan, sehingga tubuh bisa dengan optimal melawan patogen secara efektif, bikin kita tak terlalu rentan terserang penyakit.
 
5.Kurangi risiko depresi
 
Bukan hanya fisik, berdiet gula juga berdampak baik pada kesehatan mental. Mengapa? Karena saat kita mengurangi konsumsi gula tambahan, bisa menurunkan peluang kemungkinan untuk depresi, masalah kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Para peneliti menilai, ini karena dari peradangan di otak yang dipicu oleh indeks glikemik gula (dari gula tambahan-bukan dari gula alami atau karbohidrat total) yang lebih tinggi.