4 Hal Wajib Dijaga Supaya Puasa Ramadan Tidak Sia-Sia
Jum'at 25 Maret 2022 21:06 WIB
PADA bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia diperintahkan melaksanakan ibadah wajib puasa sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Baqarah (2) Ayat 183. Pada ayat 185 di surat yang sama, Allah Ta'ala lebih lanjut berfirman:
….يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ……
Artinya: "… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …" (QS Al Baqarah (2): 185)
Baca juga: 4 Tips Ajarkan Anak Puasa Sejak Dini
Pada bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk meninggalkan makan dan minum mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Sekilas, hal ini menimbulkan kepenatan, keletihan saat siang hari.
Jika ditinjau secara lahiriah, tentu ini akan mempersulit dan membatasi ruang gerak umat Islam. Namun, apabila merujuk Surat Al Baqarah Ayat 185 tersebut, Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tegas mengatakan bahwa Allah Ta'ala tidak hendak menyulitkan hamba-Nya.
Baca juga: 13 Inspirasi Nama Anak Islami Lahir di Bulan Ramadan
Allah Subhanahu wa ta'ala bukan membatasi umat Islam untuk makan dan minum. Sebaliknya, Allah Ta'ala menghendaki kemudahan dan kebaikan bagi hamba-Nya. Kebaikan yang dimaksud, salah satunya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa (di bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu."
Dari hadis tersebut dapat dimengerti bahwa dengan berpuasa di bulan Ramadan, Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengampuni dosa-dosa terdahulu yang dilakukan oleh umat-Nya. Pertanyaannya, puasa seperti apa yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala? Apakah sekadar menahan lapar dan haus?
Selengkapnya simak Infografis diatas.
#Tausiyah
#Bulan Ramadan
#puasa
#puasa ramadan
#Ramadan
#Daarul Quran
….يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ……
Artinya: "… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …" (QS Al Baqarah (2): 185)
Baca juga: 4 Tips Ajarkan Anak Puasa Sejak Dini
Pada bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk meninggalkan makan dan minum mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Sekilas, hal ini menimbulkan kepenatan, keletihan saat siang hari.
Jika ditinjau secara lahiriah, tentu ini akan mempersulit dan membatasi ruang gerak umat Islam. Namun, apabila merujuk Surat Al Baqarah Ayat 185 tersebut, Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tegas mengatakan bahwa Allah Ta'ala tidak hendak menyulitkan hamba-Nya.
Baca juga: 13 Inspirasi Nama Anak Islami Lahir di Bulan Ramadan
Allah Subhanahu wa ta'ala bukan membatasi umat Islam untuk makan dan minum. Sebaliknya, Allah Ta'ala menghendaki kemudahan dan kebaikan bagi hamba-Nya. Kebaikan yang dimaksud, salah satunya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa (di bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu."
Dari hadis tersebut dapat dimengerti bahwa dengan berpuasa di bulan Ramadan, Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengampuni dosa-dosa terdahulu yang dilakukan oleh umat-Nya. Pertanyaannya, puasa seperti apa yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala? Apakah sekadar menahan lapar dan haus?
Selengkapnya simak Infografis diatas.
#Tausiyah
#Bulan Ramadan
#puasa
#puasa ramadan
#Ramadan
#Daarul Quran
