Share

Fakta-Fakta Jamaah Haji Furoda RI Dideportasi

Penulis: Sopan Arman Inggara, Ilustrasi: Jurnalis
Minggu 03 Juli 2022 17:04 WIB
Jamaah haji Indonesia nonkuota (furoda) harus gigit jari karena dideportasi oleh otoritas Arab Saudi. Hal ini dikarenakan visa yang dipakai tidak sesuai dengan ketentuan Arab Saudi.
 
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Biaya Haji 2022
 
Selain itu, penerbitan visa mujamalah untuk haji furoda tidak melalui travel resmi. Padahal harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
 
46 jamaah haji furoda asal Indonesia ini sudah berpakaian ihram setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Bahkan, mereka sudah membayar sejumlah uang yang besar rata-rata Rp200 juta hingga Rp300 juta.
 
"Ada 46 orang yang sudah sampai sini, sudah menggunakan baju ihram, dan datang tidak melalui PIHK. Jadi bukan travel yang biasa berangkatkan jamaah haji khusus tapi travel biasa," kata
 
Baca Juga: Gelang Haji Canggih Buatan RI
 
Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief di Makkah, Sabtu (2/7/2022). Visa yang terbitkan untuk 46 jamaah haji ini dari Malaysia dan Singapura. Sementara, kuota hajinya juga berasal dari negara lain.
 
"Berangkat dari Indonesia dan tidak gunakan travel resmi. Maka mereka tidak lapor (ke Kemenag). Kalau sudah begitu ini sayang sekali. Ini kompleks tapi ini harus kita dalami agar tidak terulang lagi kashian jamaahnya," ucap Hilman.
 
Baca Juga: 10 Daerah dengan Antrean Haji Tercepat
 
Perusahaan yang memberangkatkan jamaah furoda tak resmi ini adalah PT Alfatih Indonesia Travel. Perusahaan ini beralamat di Bandung, Jawa Barat. Ihwal adanya jamaah furoda yang ilegal ini berawal saat adanya informasi tentang adanya puluhan jamaah tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah, siang kemarin.
 
Mereka sebelumnya menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis (30/6/2022) pukul 23.20.
 
Selengkapnya simak infografis ya!
 
Lihat Juga: 5 Penyebab Timnas Indonesia U-19 Gagal Menang atas Timnas Vietnam U-19